“if you think you’re too small to have an impact, try going to sleep with a mosquito”-Gladys Pyle
Apabila anda menganggap terlalu kecil untuk bisa memiliki pengaruh yang kuat, cobalah tidur dengan seekor nyamuk.
Berjalan di atas pilihan orang yang kita cintai memang sulit. Tapi demi mewujudkan harapan keduanya, seorang gadis kecil yang polos tubuhnya kurus, matanya pedih melihat kerja keras orang tuanya, tangan-tangan mulusnya terlihat kasar karena dimakan air limbah rumah tangga dirumahnya. Ia pun rela membiarkan angan-angannya dipilih orang lain.
Hidup memang penuh pilihan. 3 semester telah ia lewati, masih 3 semester lagi yang harus ia selesaikan. Tak pernah ada rasa untuk berhenti untuk menyelesaikan sebuah harapan. Walaupun ia slalu bertemu orang yang slalu mematahkan semangatnya. Namun tak sedikitpula yang mendukungnya termasuk guru pembimbingnya yang ingin ia masuk dalam pilihan tersebut.Tak lama ia mendapat selembar kertas hasil nilai testnya , semula gadis kecil ini hanya pasrah dan tak ada semangat menghadapi test ketiga kali ini.
Ia mendapati orang-orang yang senasib dengannya dalam satu ruangan. Mungkin mereka juga berperang dalam pilihan. Awalnya tak saling kenal,yang terlihat hanylah wajah-wajah baru. Namun jangan salah “ternyata gadis ini masuk dalam ruangan kompetisi yang sangat ketat” wajah yang baru ia kenal merupakan wajah berintelek, mempunyai kemampuan otak yang tajam, kemampuan yang tak diragukan lagi, mempunyai daya saing tinggi, setiap anak memiliki prestasi, dan pengalaman” ibarat ikan lele yang haus akan umpan, begitu pula mereka haus akan hal-hal yang baru. Apa daya gadis ini hanya bisa pasrah ia jatuh tak bersemangat mendapati teman senasibnya itu. Mereka didukung oleh kemampuan mereka, dan orangtuanya.
Sedangkan gadis ini hanya tetap berusaha mengumpulkan sedikit bakat yang ia punya untuk mengumpulkan perak demi perak untuk meringankan sedikit beban orang tuanya. Betapa beruntungnya mereka. Tak sedikit memang anak yang tidak berntung di ruangan itu sama seperti ia. Namun merka pintar. Masa depan mereka sangat cerah. Tak sulit jika mereka ingin meraihnya.
Saatnya lembaran itu dibagikan “yang ia pikirkan adalah tak ada harapan, yang ada hanya mendapati namanya berada diurutan 20-30 dari 34 anak dan bagaimana ia dapat bangun dari semuanya” memang sama saja yang ia rasakan walaupun namanya terdapat pada urutan 1-5pun tak pernah ia menuntut atau menerima hadiah dari orangtuanya. Seperti yang lainnya. Bahkan diulang tahunnya sekalipun. Tapi itu tak masalah baginya. Baginya melihat orang tuanya senang ia bisa bertahan melawan pedihnya mata.
Namun apa yang terjadi namanya berada di urutan ke-8 salahkah matanya melihat? Apa yang ia lakukan selama ini? Sedikit gembira namun ada kekecewaan yang terlntas karena urutan namanya kini 1 kali lipat trun dan membiarkan orang lain mengambilnya. Tapi jangan salah ia sadar tak hanya ia yang jatuh tak bersemangat, anak yang inteleknya bahkan IQnya di atas rata-rata dan kemampuannya sudah terkenal seantero ruangan, tak diragukan lagi. Bak berada dalam ruangan gelap menghindar diri dari ketertinggalan ia menemukannya dalam sebuah ruangan yang sempit, menangis, ingin ia katakan bahwa ia pun sama sepertinya. Berada dalam kegelisahan. Namun itulah ruangan yang kaupilih kawan cobalah bertahan didalamnya. Namun niat itu ia urungkan karena ia tahu gadis itu tak kan mau bicara padanya ia biasa bicara dengan anak-anak yang mempunyai pengalaman yang luas. Namun kali ini gadis kecil itu sadar takkan pupus harapan , sedikit demi sedikit ia membangun puing2 semangatnya. Mendapati dirinya kembali. Ia yakin bisa menjadi pengaruh yang kuat untuk ruangan itu dan ia juga ingin melihat gadis yang menangis itu bisa melihat namanya tatp berada di urutan ke -12.