Helf Your Self..

baru aja saya membaca buku Ian Mckinney judulnya Helf Your Self : Panduan motivasi dan kemandirian berpikir bagi remaja dalam menghadapi tantangan hidup. menceritakan tentang bagaimana sebaiknya para remaja bertindak agar tidak mengambil langkah yang salah untuk kedepan, isinya menceritakan ttg diri Ian sendiri yang menderita karena perlakuan ibu kandungnya. Ian menjadikannya sebagai pembelajaran, bagaimana ian dalam usia yang sangat muda belajar mengambil sisi positif perlakuan ibunya.

salah kalimat membuat saya smpe skrg merenung adalah :
penderitaan adalah guru yang baik, yang akan terus menuntun kita menapaki kehidupan. jika anda mengacaukan segalanya, maka ingatlah siapa yang membawa anda bisa sampai kesana. yang pantas untuk anda salahkan adalah diri anda sendiri. seringkali pada suatu saat anda kalah, tapi pada saat lain mungkin saja anda menang. karena kegagalan hanyalah suatu tahapan meraih sukses. tapi anda mesti berani untuk menghadapi semua tantangan, besar ataupun kecil bagaimana anda memulai, maka seperti itulah anda mengakhiri”

nah, madsud lo?? banyak sih panduan lain dan berbagai renungan lain yang bakal kita (para remaja) dapat dari buku ini. yang paling saya setuju adalah panduan bagi remaja untuk FOKUS terutama pada suatu masalah (apalagi pelajaran!).

selain itu juga panduan agar kita tidak membeci pada orang lain :
“orang yang melukai hati anda, seseorang pasti akan melukai hati orang tersebut”!! bener bangeud!! Pkoknya Remaja banget deh..

Judul aslinya Improve Yourself Motivational minutes for Real LifeChallenges

bisa di download di EbookSearchEngine.com

mengingat masa lalu.

Ternyata sejak kecil kita di bohongi dengan nyanyian TK, Kok bisa ?
soalnya dari kecil kita telah dinyanyikan lagu-lagu yg mengandung banyak kesalahan Mari kita buktikan :
————————–
Balonku ada 5… rupa-rupawarnanya… merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru… meletus balon hijau, dorrrr!!!”
Perhatikan warna-warna kelima balon tsb, kenapa tiba2 muncul warna hijau? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5 !
———————–
“Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang…kalo berjalan prok..prok.. prok… aku seorang kapiten!”
Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di baitkedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi) Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)..kalo berjalan prok..prok.. prok..”nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi : “mempunyai pedang panjang… kalo berjalan ndul..gondal. ..gandul.. atau srek.. srek.. srek..” itu baru sesuai dgn kondisi pedang panjangnya!
———————–
“Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..” Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur.
Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalammenyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!
———————–
“Naik-naik ke puncak gunung..tinggi.. tinggi sekali..kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon cemara.. 2X”
Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi!Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau berbuat apa, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju2!
———————–
“Naik kereta api tut..tut…tut. . siapa hendak turut ke Bandung .. Surabaya..bolehlah naik dengan naik percuma..ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama”
Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa maunya gratis melulu.
Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta-Malang danJakarta-Surabaya !
———————–
“Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul2 sepanjanghari dg tak jemu2..mengangguk2 sambil bernyanyi tri li li…li..li. . li..li..”
Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit !kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang (catatan: acara lagu anak2 dgn presenter agnes monica waktu dia masih kecil adalah Tra la la trili li!), bukan burung!
———————–
“Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum susu..”
Ini jelas lagu dewasa dan tidak konsumsi anak2! karena yg disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya minum susu!
———————–
“Nina bobo nina bobo oh nina bobo… kalau tidak bobo digigit nyamuk”menurut psikolog: jadi sekian tahun anak2 indonesia diajak tidur dgn lagu yg penuh nada mengancam
———————–
“Bintang kecil dilangit yg biru…” (Bintang khan adanya malem, lah kalo malem mang warna langitnya biru?)
———————–
“Ibu kita Kartini…harum namanya” (Namanya Kartini atau Harum?)
———————–
“Pada hari minggu..naik delman istimewa kududuk di muka”(Nah, gak sopan khan..masa duduk di muka??)
———————–
“Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita…” (kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam emang mo bikin sumur?

kalo dipikir-pikir bner juga kata kaka mahasiswa yang kuliah di brawijaya ne (namanya ga tw soir:) ). dari kecil kita sudah di ajarin lagu yang mengandung banyak kesalahan memang sebenarnya masalah pemahaman, tapi khn tetep aja anak-anak ga tau, yang mreka tau itu (mnurut pengalamanku) khn cman have fun nyanyi-nyanyi, gtu” ada manfaatnya jg loh, bwd perkembangan otak usia dini mereka.emang mw dikasih lagu paan? goyang dombret? atau malah belah duren? bujug dah. knp ga sekalian lagu gita gutawa aja do be do be do atau lagu bunda. atau lagu-lagu daerah smwa jadi tiap hari bisa nyanyi ee.. yamko rambe yamko.., …manuk dadali…, dll. so mendink mana??

Kisah anak kecil.

“if you think you’re too small to have an impact, try going to sleep with a mosquito”-Gladys Pyle
Apabila anda menganggap terlalu kecil untuk bisa memiliki pengaruh yang kuat, cobalah tidur dengan seekor nyamuk.

Berjalan di atas pilihan orang yang kita cintai memang sulit. Tapi demi mewujudkan harapan keduanya, seorang gadis kecil yang polos tubuhnya kurus, matanya pedih melihat kerja keras orang tuanya, tangan-tangan mulusnya terlihat kasar karena dimakan air limbah rumah tangga dirumahnya. Ia pun rela membiarkan angan-angannya dipilih orang lain.

Hidup memang penuh pilihan. 3 semester telah ia lewati, masih 3 semester lagi yang harus ia selesaikan. Tak pernah ada rasa untuk berhenti untuk menyelesaikan sebuah harapan. Walaupun ia slalu bertemu orang yang slalu mematahkan semangatnya. Namun tak sedikitpula yang mendukungnya termasuk guru pembimbingnya yang ingin ia masuk dalam pilihan tersebut.Tak lama ia mendapat selembar kertas hasil nilai testnya , semula gadis kecil ini hanya pasrah dan tak ada semangat menghadapi test ketiga kali ini.

Ia mendapati orang-orang yang senasib dengannya dalam satu ruangan. Mungkin mereka juga berperang dalam pilihan. Awalnya tak saling kenal,yang terlihat hanylah wajah-wajah baru. Namun jangan salah “ternyata gadis ini masuk dalam ruangan kompetisi yang sangat ketat” wajah yang baru ia kenal merupakan wajah berintelek, mempunyai kemampuan otak yang tajam, kemampuan yang tak diragukan lagi, mempunyai daya saing tinggi, setiap anak memiliki prestasi, dan pengalaman” ibarat ikan lele yang haus akan umpan, begitu pula mereka haus akan hal-hal yang baru. Apa daya gadis ini hanya bisa pasrah ia jatuh tak bersemangat mendapati teman senasibnya itu. Mereka didukung oleh kemampuan mereka, dan orangtuanya.

Sedangkan gadis ini hanya tetap berusaha mengumpulkan sedikit bakat yang ia punya untuk mengumpulkan perak demi perak untuk meringankan sedikit beban orang tuanya. Betapa beruntungnya mereka. Tak sedikit memang anak yang tidak berntung di ruangan itu sama seperti ia. Namun merka pintar. Masa depan mereka sangat cerah. Tak sulit jika mereka ingin meraihnya.

Saatnya lembaran itu dibagikan “yang ia pikirkan adalah tak ada harapan, yang ada hanya mendapati namanya berada diurutan 20-30 dari 34 anak dan bagaimana ia dapat bangun dari semuanya” memang sama saja yang ia rasakan walaupun namanya terdapat pada urutan 1-5pun tak pernah ia menuntut atau menerima hadiah dari orangtuanya. Seperti yang lainnya. Bahkan diulang tahunnya sekalipun. Tapi itu tak masalah baginya. Baginya melihat orang tuanya senang ia bisa bertahan melawan pedihnya mata.

Namun apa yang terjadi namanya berada di urutan ke-8 salahkah matanya melihat? Apa yang ia lakukan selama ini? Sedikit gembira namun ada kekecewaan yang terlntas karena urutan namanya kini 1 kali lipat trun dan membiarkan orang lain mengambilnya. Tapi jangan salah ia sadar tak hanya ia yang jatuh tak bersemangat, anak yang inteleknya bahkan IQnya di atas rata-rata dan kemampuannya sudah terkenal seantero ruangan, tak diragukan lagi. Bak berada dalam ruangan gelap menghindar diri dari ketertinggalan ia menemukannya dalam sebuah ruangan yang sempit, menangis, ingin ia katakan bahwa ia pun sama sepertinya. Berada dalam kegelisahan. Namun itulah ruangan yang kaupilih kawan cobalah bertahan didalamnya. Namun niat itu ia urungkan karena ia tahu gadis itu tak kan mau bicara padanya ia biasa bicara dengan anak-anak yang mempunyai pengalaman yang luas. Namun kali ini gadis kecil itu sadar takkan pupus harapan , sedikit demi sedikit ia membangun puing2 semangatnya. Mendapati dirinya kembali. Ia yakin bisa menjadi pengaruh yang kuat untuk ruangan itu dan ia juga ingin melihat gadis yang menangis itu bisa melihat namanya tatp berada di urutan ke -12.

We start from now..

Saya adalah orang yang paling sulit untuk curhat.
Setiap saya mencurahkan hati saya kepada teman dekat , mereka slalu bilang begini “way mendink kamu ga usah mkir yang berat-berat deh!” atau “mikir itu ga usah terlalu jauh yang ringan-ringan aja!” atau ada yang hanya bilang “derita loe!” biasanya omongan kek gne ku balas dengan senyum sambil dalam hati bicara “andai gw kek loe!” atau kadank “si udin” suka bilang “hmm, kasihan banget sih way!”. Saya sadar memang mungkin belum saatnya saya berpikir jauh, tapi apa salahnya sih. Mungkin ini alasan kenapa saya slalu susah untuk curhat. Kata guru teladan (Mr. Rudy Hilkya)”menulis bisa mengeluarkan isi semua uneg-uneg di hati kita!” ka Dhanu bilang “menulis bisa meringankan beban pikiran!”. Sebenarnya saya sudah mulai suka menulis mulai kelas 4 SD isenk-isenk dari cerpen, lama-lama diary dlm beberapa buku dan blog. Tapi entah kenapa setiap niat ingin menyimpan data yang ada datanya malah hilang. Melihat motivasi Mr. hilkya yang kebetulan beliau juga jurnalis dan semangat Heri untuk menulis saya jadi bergairah mulai dan mulai dari awal. Let’s start from now..

telling story

see the light from the smile

see the light from the smile

« Entri lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.